AnalisaHarga.com Media berbagi ilmu RAB Rencana Anggaran Biaya Bangunan

analisa harga Kekurangan analisa BOW untuk menghitung RAB 6

Analisa BOW adalah sistem koefisien analisa harga satuan bangunan produk zaman hindia belanda yang banyak digunakan dalam menghitung RAB untuk pelaksanaan pembangunan zaman itu. seiring perkembangan zaman ternyata sistem analisa ini sudah tidak banyak digunakan karena sudah ada standar nasional indonesia (SNI) RAB yang memberikan nilai koefisien bahan dan tenaga terbaru menyesuikan perkembangan situasi pembangunan sekarang. berikut ini beberpa kekurangan analisa BOW untuk menghitung RAB sehingga sudah tidak digunakan, namun masih tetap digunakan untuk belajar di sekolah.

 

Kekurangan analisa BOW untuk menghitung RAB

  1. Merupakan produk lama yang belum di update menyesuaikan kondisi sekarang sehingga ada beberapa pekerjaan yang sudah berubah biaya pelaksanaanya.
  2. Adanya koefisien kebutuhan kepala tukang pada setiap pekerjaan, padahal dalam pelaksaanya belum tentu menggunakan jasa kepala tukang sehingga hasil perhitungan perkiraan RAB menjadi besar.
  3. Beberapa item pekerjaan baru saat ini banyak yang menggunakan bermacam bahan bangunan tipe baru maka belum ada dalam analisa BOW, jadi untuk menghitungnya harus melihat SNI RAB atau membuat analisa sendiri hasil penelitian pengamatan pelaksanaan pekerjaan.
  4. Beberapa instansi pemerintah maupun swasta lebih memilih menggunakan sistem harga satuan standar negara, sehingga kontraktor pemborong harus menyesuaikan dalam perhitungan.

Selain kekurangan tentu saja ada banyak kelebihan, oleh karena itu bagi yang hendak menambahkan alasan kenapa tidak lagi menggunakan analisa BOW dan apa saja kelebihanya silahkan dituliskan dibawah icon smile Kekurangan analisa BOW untuk menghitung RAB

  • Herwansyah

    Menurut admin kelebihannya apa? Kok tidak di sebutkan juga?
    Memang BOW merupakan produk lama tapi toh pada kenyataannya produk SNI yang sekarang ini sebahagian besar mengacu dari sana juga ( BOW ).
    Analisa SNI baru dikenalkan kira2 th 2003 sampai dengan sekarang, kalau dibandingkan dengan BOW memang lebih tinggi akan tetapi tidak semua kontraktor memakainya mereka menghitung sesuai dengan kondisi kerja mereka, dikarenakan di dalam SNI juga sudah mengandung koefisien indek sampai dengan 20% sehingga penawaran kontraktor pada saat lelang pasti akan lebih rendah dari analisa SNI yang dipakai oleh pihak konsultan perencana untuk pekerjaan2 yang standart dan untuk pekerjaan non standart kontraktor akan bermain di Diskon terhadap suatu produk dll. Hal ini saya alami sendiri banyak sekali hasil peritungan RAB produk konsultan perencana masih ditawar rendah oleh pihak kontraktor walaupun sudah menggunakan analisa standart SNI kurang lebih 15 – 20 % untuk pekerjaan gedung dan akan lebih besar lagi untuk pekerjaan sipil lainnya(jalan, irigari, jembatan dll).
    Sedikit menambahkan untuk analisa BOW yang saya ketahui produk cetakan bukunya seri ke 16 terakhir dibuat th. 83 an (koreksi kalau salah) yang ditulis oleh Bpk. Yun Ahmadi Muko Muko, dijelaskan bahwa analisa yang dibuat merupakan pengalaman beliau di lapangan dengan kondisi pada saat itu antara th. 70 – 80 an dan setelah itu tidak lagi di perbaharui sesuai dengan perkembangan metode pekerjaan dan spek bahan yang dipakai sehingga apabila dibandingkan dengan produk SNI yang dipakai sekarang memang jauh berbeda.
    Yang masih menjadi pemikiran sekarang ini untuk produk konsultan DED yang menggunakan analisa SNI terhadap penawaran Kontraktor masih mempunyai nilai perbedaan yang agak tinggi, istilahnya harga konsultan DED tetep ditawar rendah.
    Terimakasih

    • Ahadi

      Uraian tentang kelebihan analisa BOW menunggu masukan dari bapak dan rekan-rekan yang lebih berpengalaman :-) , trimakasih atas penjelasan tambahan dari bapak Herwansyah, sangat bagus untuk memperjelas artikel diatas :-)

      • kim

        menurut saya , koefisien yang ada pada standar nasional terutama untuk koefisien komponen tenaga, baik pekerja, tukang, mandor dll, kurang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya,mohon di cek…apalagi jaman sekarang susah mencari tenaga yang seperti robot, lagian sudah tidak ada sisa-sisa romusha kok mas….

  • Aprinto

    Analisa BOW masih tetap menjadi acuan pemerintah saat ini.
    Daftar pekerjaan dan satuan pekerjaan biasanya bisa dimintakan Dinas Pekerjaan Umum setempat, jadi harga-harga sudah mengikuti harga setempat.

  • dede tri

    kalo jaman dulu kan belanda punya peran dalam membangun gedung-gedung yang sampai sekarang banyak digunakan untuk kantor pemerintahan. nah dalam analisa bow itu mungkin tepat pada jaman itu karena dari segi sumber daya alam masih mendukung dan perhitungannya matang dan jangka panjang bukan jangka imah. he he he

  • Faizin

    Kalau saya tidah keliru,
    Baik BOW maupun SNI belum memperhitungkan kondisi kerja yang melibatkan mesin.

    Misalnya menggali tanah dengan menggunakan mesin excavator. Atau pekerjaan adukan beton dengan menggunakan concrete mixer. Atau pengecoran beton dengan menggunakan concrete pump.

    Sehingga, dilapangan terpaksa melakukan konversi sendiri.

AnalisaHarga.com Media berbagi ilmu RAB Rencana Anggaran Biaya Bangunan