AnalisaHarga.com Media berbagi ilmu RAB Rencana Anggaran Biaya Bangunan

analisa harga Jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof 12

Mari kita uraikan bagaimana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, sebelumnya kita jelaskan terlebih dahulu apa itu sloof? balok sloof adalah struktur bangunan berupa konstruksi beton bertulang yang dibangun pada area bawah untuk meratakan beban dari kolom dan disalurkan ke pondasi. untuk dapat menghitung anggaran biaya pembuatanya, maka perlu dicari terlebih dahulu berapa volume pekerjaan balok sloof yang akan dibangun.

 

Gambar balok sloof

balok beton sloof 15 x 20

Contoh sebuah balok sloof ukuran 15 cm x 20 cm, menggunakan besi tulangan pokok 4 buah diamater 10 mm, besi senkang diamater 8 mm dipasang setiap jarak 20 cm. Panjang pekerjaan balok sloof adalah 33,33m. berapa jumlah kebutuhan beton dan besi untuk struktur tersebut?

 

Kebutuhan besi pada balok sloof

Berat besi per m dapat dilihat pada tabel berat besi atau dihitung secara manual dengan cara mengalikan berat jenis besi dengan luas penampang.

  • Berat besi dimater 8 polos per meter = 0,4 kg.
  • Berat besi polos diamater 10 mm per meter = 0,62 kg.

Volume besi tulangan pokok 4 buah, diameter 10 mm, panjang 33,33 m maka kebutuhan totalnya adalah

  • V = 4 bh x 33,33 m =133,32 m.
  • Untuk mengetahui volume dalam satuan berat maka kita kalikan dengan berat besi diamater 10mm per meter yaitu 0,62 kg. jadi kebutuhanya adalah 0,62 kg/m x 133,32 m = 82,6584 kg.
  • Jika panjang besi perbatang 11 m, maka kebutuhan dalam satuan panjang adalah 133,32 m : 11 m =12,12 btg, dibulatkan menjadi 13 batang.

Volume besi tulangan sengkang diameter 8 mm, dipasang setiap jarak 20 cm, panjang pekerjaan sloof 33,33 m. selimut beton 2,5 cm.

  • Panjang 1 buah sengkang adalah 0,1+0,15+0,1+0,15+0,05+0.05 = 0,6 m.
  • Jumlah sengkang yang dibutuhkan yaitu 33,33 m : 0,2 m = 166,65 jadi 167 buah.
  • Jumlah total panjang sengkak = 0,6 m x 167 bh = 100,2 m.
  • Volume besi dalam kilo gram = 0,4 kg/m x 100,2 m = 40,08 kg.
  • Jumlah kebutuhan besi dalam satuan batang = 100,2 m : 11 m = 9,109 dibulatkan menjadi 10 batang.

Jadi rekapitulasi kebutuhan besi sloof adalah

 diameter

kilo gram

batang

meter

8p

40,08

10

100,2

10p

82,6584

13

133,32

 

Kebutuhan beton pada balok sloof

  • V = l x t x p
  • Volume beton sloof = lebar x tinggi x panjang
  • V = 0,15 m x 0,20 m x 33,33 m = 0,99 m3 dibulatkan 1 m3.

Jadi kebutuhan beton yang diperlukan adalah 1m3.

 

Selanjutnya kita akan menghitung analisa harga satuan 1 m3 pekerjaan balok sloof pada artikel berikutnya. Demikian contoh sederhana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, jika ada koreksi, masukan atau kritikan bisa dituliskan disini :-)

12 komentar

  1. Herwansyah

    November 5, 2012 at 2:06 am

    Tks. contoh soalnya, bagai mana kalau disertai gambar sketsa, apakah panjang sloof itu hanya satu lajur saja, trus bagaiman dengan kondisi yang berbentuk partemuan sudut ataupun persilangan? mengingat akan berpengaruh terhadap kebutuhan besi tulangan dengan panjang terbatas = 11 m/12 m bagaimana kalau lebih apakah panjang penyaluran juga harus dihitung, demikian juga dengan volume beton pada posisi persilangan maupun sudut ?
    Alangkah baiknya dituntaskan saja sekalian dalam satu artikel pekerjaan beton bertulang, dikarenakan memiliki komponen :
    1. Volume beton (sesuai karekteristiknya).
    2. Volume besi (penulangan).
    3. Volume bekisting (pasang dan bongkara)
    4. Analisa Harga satuannya (beton,besi dan bekisting).
    Terimakasih…

     
    • ahadi

      November 5, 2012 at 2:11 am

      Usul yang sangat bagus :-) untuk mempermudah perhitungan maka kita buat dalam bentuk sederhana saja dulu, memanjang tanpa tekukan tekukan sudut, mungkin kedepanya kita buat yang bentuk rumah tinggal utuh agar terlihat detailnya.. gambar sloof sudah ditambahkan, trimakasih :-)

       
  2. Wi

    November 5, 2012 at 9:43 pm

    makasih bgt artikelnya, webnya terutama. sangat membantu saya mencari cara menghitung volume. tapi saya mau tanya ko, panjang kait yg digunakan di kolom(0,5) dg sloof(0,05+0,05) berbeda? makasih..

     
    • ahadi

      November 6, 2012 at 2:07 am

      Trimakasih atas koreksinya, panjang kait sengkang yang benar 0,05. sudah di update dan dibenarkan :-)

       
  3. ROMMY

    April 15, 2013 at 4:27 am

    Rommy
    15,4,2013
    Makasih bos atas info nya

     
  4. SUPRAYETNO

    June 12, 2013 at 3:23 pm

    mau tanya ni bos… untuk harga material tiap daerah kan beda, , untuk melihat daftar itu dari mana bos.. tlong infonya y bos

     
  5. yunus

    October 3, 2013 at 11:20 am

    trims infonya…

     
  6. agus salim

    April 10, 2014 at 5:59 am

    saya masih bingung dalam menghitung volume kuda-kuda kayu mau pun baja ringan dan analisa apa yang dipakai. mohon diajarin, makasih.

     
  7. agus salim

    April 10, 2014 at 6:03 am

    makasih banyak artikelnya, sangat membantu saya dalam belajar estimasi biaya untuk menghitung volume. saya masih pemula dalam menghitung RAB

     
  8. afifekita

    May 12, 2014 at 8:58 pm

    Makasih infonya. Top banget.
    Sekalian mau nanya, dalam perhitungan sengkang ditampilkan selimut beton 2,5 cm. Itu apa maksudnya? diperhitungan kok gak kepakai. (mmaf masih pemula)

     
  9. theddyanto

    June 10, 2014 at 4:05 pm

    mau tanya nih bro.gm cara hitung bangun rmh type 45 dari nol.artinya dari tanah kosong.tq

     
  10. theddyanto

    June 10, 2014 at 4:07 pm

    mau tanya nih bro.gm caranya hitung bangun rmh type 45 dari nol.artinya dari tanah kosong.tq

     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AnalisaHarga.com Media berbagi ilmu RAB Rencana Anggaran Biaya Bangunan